Hewan Baru Babi Monyet

Hewan Baru Babi Monyet

Campuran Hewan Baru Babi Monyet

Sebuah teknologi ekperimen yang dilakukan oleh China baru-baru ini sangat menggemparkan dengan menghasilkan spesies Babi yang memiliki DNA monyet.

China memproduksi 2 babi dengan campuran DNA monyet tersebut yang diteliti oleh ilmuan mereka. Kabarnya spesies tersebut mampu bertahan sampai dengan seminggu namun akhirnya tidak mampu bertahan.

Dalam percobaan tersebut, tim peneliti dari China membutuhkan 4.000 embrio yang dimasukkan selmonyet yang dititipkan kedalam rahim babi betina. Dari hasil percobaan tersebut hanya 10 ekor yang berhasil menjadi janin dan hanya 2 yang memiliki DNA kedua binatang tersebut.

Banyak pengamat dan peniliti yang mengecam percobaan tersebut yang istilah mereka menghasilkan spesies dengan 2 DNA atau lebih yang dikenal dengan Chimera.

Pada tahun 2017 yang lalu, Salk Institute juga bereksperimen dengan embrio yang berasal dari babi-manusia yang dikecam keras oleh banyak pihak. Hanya saja embrio tersebut hanya mampu dikembangkan selama 28 hari kemudian mati.

Para periset yang memriksa menemukan bahwa sel monyet yang bercahaya, sel-sel atau DNA monyet menyebar ke beberapa jaringan bahkan organ, seperti jantung, batin, alat pernapasan, kura serta kulit. Jumlahnya berkisar atau dengan skala 1.000- 10.000 sel. Namun ketika dicompare dengan semua sel pada anak babi, sel monyet tidak mencapai 1 persen. Tetapi, peluang ini sedang lebih besar dibanding peluang sel bila penggabungan menggunakan manusia dan hewan.

Pakar ilmu saraf Douglas Munoz di Queens University di Kingston, Kanada, pada Daily Mail berkata kalau cetak biru riset semacam ini betul- betul membuat ia khawatir dengan cara benar.

Walaupuin mendapatkan kecaman dari banyak pihak, eksperimen ini akan dilanjutkan oleh peneliti China. Pada bulan Juli bahkan mereka berencana melakuka uji coba untuk menggabungkan otak manusia dan otak monyet dan berharap dapat menemukan masalah seperti penyakit Alzheimer.

Pemerintah China sendiri pernah mengembangkan babi mutan dikarenakan krisis babi. Penelitian tersebut diharapkan menemukan spesies babi yang tidak rentan terhadap penyakit dan memiliki pertumbuhan badan yang cepat.

Banyak yang beranggapan bahwa baik itu Campuran Hewan Baru Babi Monyet atau yang lain menabrak kodrat atau kehendak Tuhan. Mereka kuatir percobaan tersebut bisa menimbulkan bencana yang lebih besar seperti munculnya virus baru atau penyakit atau wabag massal.

Baca juga artikel tentang: Manfaat Teknologi 5G Di Indonesia

Author: jordan smith

Jordan memulai hasratnya untuk menulis sebagai penggemar olahraga. Anda akan melihatnya meliput beberapa liga bola basket selalu mencari cerita yang bagus untuk diceritakan. Dari waktu ke waktu, ia juga membenamkan diri dalam penulisan untuk olahraga lain seperti MMA dan Sepak Bola.